Senin, 03 November 2014

Renungan Untuk Sahabat

Tataplah teman di sekelilingmu. berilah senyum padanya. minta maaf jika anda memang merasa pernah berbuat salah padanya. hiburlah jika memang dia sedang bersedih. bantulah semampumu jika ia butuh bantuanmu. janganlah sekali-kali acuh bahkan mengecewakanya. mungkin dia adalah sahabatmu-sahabat yang baru saja kau mengenalinya saat kau masuk kampus, mungkin dia adalah sahabatmu-sahabat yang hanya baru mengenalnya ketika kebetulan pernah bersama dalam suatu kegiatan, mungkin kau hanya baru kenal karena sebuah kejadian, kau tau karena sikapnya yang norak-aneh, atau hanya seringnya berpapasan di sebuah jalan menuju kampusmu-sekolahmu.
sekarang mungkin dia bukan siapa-siapa. sekarang mungkin dia hanya sekedar manusia yang engkau tatap sebelah mata-bahkan kadang kamu menghina. tetapi suatu saat nanti mungkin kita akan sangat membutuhkanya, mungkin suatu saat dia adalah atasan kita, bos kita atau bahkan Persiden kita.
sekarang mungkin dia bukan siapa-siapa. sekarang mungkin dia hanya sekedar manusia yang engkau tatap sebelah mata-bahkan kadang kamu menghina. tetapi suatu saat nanti mungkin kita akan sangat membutuhkanya, mungkin suatu saat dia adalah atasan kita, bos kita atau bahkan Persiden kita.sekarang mungkin dia bukan siapa-siapa. sekarang mungkin dia hanya sekedar manusia yang engkau tatap sebelah mata-bahkan kadang kamu menghina. tetapi suatu saat nanti mungkin kita akan sangat membutuhkanya, mungkin suatu saat dia adalah atasan kita, bos kita atau bahkan Persiden kita.sekarang mungkin dia bukan siapa-siapa. sekarang mungkin dia hanya sekedar manusia yang engkau tatap sebelah mata-bahkan kadang kamu menghina. tetapi suatu saat nanti mungkin kita akan sangat membutuhkanya, mungkin suatu saat dia adalah atasan kita, bos kita atau bahkan Persiden kita.

bisa jadi mungkin dia adalah rektor dimana kita menjadi dosen. atau mungkin calon mantu yang sangat kita dambakan!

Rabu, 30 Oktober 2013

Cinta vs Nafsu

Cinta tak selamanya menjadi sebuah hal yang manis. Bila cinta telah tercampur sebuah nafsu akan sangat membahayakan diri kita baik di dunia maupun di akhirat. Memang secara dzohir /lahiriyah pelaku cinta merasa bahagia, senang, dan puas katakanlah dengan terpenuhinya nafsu seknya. Astagfirullohal 'adzim. fakta sangat memnbuktikan berjuta bahka bertriliun vidio porno tersebar di dunia ini. Ironisnya menyebar dan meracuni negri kita. Anak-anak bangsa mengalami kemrosotan moral yang disebabkan oleh vidio-vidio porno yang sama sekali tak layak untuk di tonton. Setiap saat mereka bisa mengaksesnya. bahkan di sodorkasn dalam setiap aksesan. baik di fb, tweeter, dan layanan internet lainya.

Hal ini merambah pada suatu percintaan. Percintaan saat ini sungguh sangat tak wajar di lakukan oleh para remaja kita. Entah bagaimana mereka menamakan sebuah cinta. Mereka mengatasnamakan cinta sebagai kenikmatan nafsu sek belaka, tanpa memahami dan menyadari apa khakikat sebuah cinta dan bagai mana kita harus menjalaninya. 

Sebagai umat muslim tentunya tau bahwa sesungguhnya pacaran tidak di syari'atkan dalam islam. Apalagi sampai, berpegangantanmnngan, berbelukan, berciuman, berhubungan sek tanpa rasa malu hingga dipertontonkan dalam kamera hp dan tak jarang juga meng-up load- ke YouTube. Dalam islam hanya ada yang namanya ta'aruf atau perkenalan itu pun dilakukan ketika mau khitbah dengan batas hanya boleh melihat wajah dan tanganya saja. bukan berarti islam tidak mempunyai nilai seni dan konttribusi terhadap kebahagiaanatau kesenangan tapi dari aturan ini justru islam mengatur yang akan jauh lebih indah dari itu semua. 

Pacaran sebelum menikah jauh lebih indah dari pada pacaran yang di lakukan oleh pemuda zaman sekarag. Secara rasio bisa kita renungi. Selain kebebbasan dalam berhubungan dalam pacaran setelah menikah akan merasakan hal yang katakanlah surprice, tanpa ada rasa bosan atau ada rasa yang istimewa dan berbeda dari sebelumnya. 

Selain kenikmatan itu, tuhan akan memberi berjuta kebaikan di setiap kemesraan-kemesraan atau semua hubungan baik yang di lakukan oleh suami istri. Dari hal terkecilpun.
Wallohu A'lam..